PENTINGNYA PENGGUNAAN PENDEKATAN INKUIRI
DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR
SISWA
Oleh
Rizky Meilynda
rizkymeilynda@gmail.com
Abstrak
Banyaknya permasalahan yang menimbulkan
kebosanan siswa dalam belajar dikelas terutama pada mata pelajaran IPS di
sekolah dasar merupakan suatu kendala dalam berjalannya suatu proses
pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan suatu pendekatan. Pendekatan
inkuiri merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, karena
didalam pendekatan inkuiri proses belajar lebih berpusat kepada kebutuhan siswa
(student-centered intruction) daripada kepada guru (teacher-centered
instruction). Pembelajaran akan lebih bersifat humanis apabila memerhatikan
aspek-aspek sifat manusia yang pada hakikatnya sejak lahir sudah memiliki
potensi untuk berkembang.Fraenkel (1990) menyatakan bahwa salah satu tujuan
utama IPS menurut para ahli adalah membantu para siswa belajar mengembangkan
kemampuan berfikir. Untuk membina para siswa agar dapat mengembangkan kemampuan
berpikir siswa pada tingkat sekolah dasar dapat menggunakan metode inkuiri (Rogers
dan Genovese (1969:536)). Dengan demikian, penggunaan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPS di
sekolah dasar penting karena akan membantu para siswa untuk belajar bagaimana
belajar dan berfikir secara kritis.
Kata
Kunci:Pembelajaran
IPS, Pendekatan Inkuiri, Peningkatan Kemampuan Berfikir.
Pendahuluan
Pada kurikulum sekolah dasar 1994,
Ilmu Pengetahuan Sosial adalah mata pelajaran yang mengkaji kehidupan sosial
yang didasarkan pada bahan kajian pokok yaitu pengetahuan sosial dan sejarah.
Bahan kajian pengetahuan sosial meliputi lingkungan sosial, ilmu bumi, ekonomi
dan pemerintahan. Sedangkan bahan kajian sejarah meliputi perkembangan
masyarakat Indonesia sejak masa lampau sampai masa kini.Adapun tujuan yang
hendak dicapai dalam bidang pengetahuan sosial adalah agar para siswa sekolah
dasar mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi
dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan bidang kajian sejarah
bertujuan agar para siswa sekolah dasar
mampu mengembangkan pemahaman tentang perkembangan masyarakat Indonesia sejak
masa lalu hingga masa sekarang agar para siswa memiliki kebanggaan sebagai
bangsa Indonesia dan cinta tanah air.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar,
guru dituntut untuk menerapkan prinsip belajar aktif dimana dalam pembelajaran
dikelas hendaknya melibatkan siswa baik secara fisik, mental (pemikiran dan
perasaan) dan sosial sesuai dengan tingkat perkembangan siswa agar siswa tidak
merasa bosan saat pembelajaran IPS dikelas berlangsung.Lalu strategi apakah
yang dapat digunakan agar para siswa dalam pembelajaran khususnya pembelajaran
IPS tidak merasa cepat bosan? Salah satu strategi yang dapat digunakan agar
siswa tidak bosan dan dapat mengembangkan dalam berfikir yaitu dengan
menggunakan pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri merupakan pendekatan belajar
dengan menggunakan pendekatan induktif dimana belajar mencakup proses berfikir
dari hal-hal yang khusus kepada hal-hal yang bersifat umum yang dimulai dengan
upaya guru memperkenalkan sejumlah contoh konsep yang spesifik. Para siswa
mempelajari contoh itu dan mencoba menyimpulkannya dengan cara membuat
pertanyaan atau kalimat yang sesuai dengan karakteristik konsep tersebut.Keunggulan
dari pendekatan ini yaitu dapat untuk mengembangkan kemampuan berfikir maupun
pengetahuan, sikap dan nilai pada peserta didik dibanding dengan pendekatan
klasikal atau tradisional.Oleh sebab itu, pendekatan inkuiri dalam pembelajaran
ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar penting diterapkan guna meningkatkan
kemampuan berfikir siswa.
Beberapa metode dalam
pembelajaran IPS
Metode Ceramah: merupakan
sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dari guru kepada
peserta didik yang terkadang dalam menjelaskan uraiannya menggunakan alat bantu
seperti gambar dan audio visual lainnya. Metode ini merupakan metode yang
paling banyak digunakan dalam proses mengajar.
Metode Diskusi: merupakan
suatu kegiatan dimana orang-orang berbicara bersama untuk berbagi dan saling
tukar informasi tentang sebuah topik atau masalah atau mencari pemecahan
terhadap suatu masalah berdasarkan bukti-bukti yang ada.
Metode Tanya Jawab: merupakan
metode yang sering digunakan dalam pengajaran IPS untuk melengkapi metode
ceramah. Setelah kegiatan mengajar dengan bertutur maka seringkali diikuti
dengan tanya jawab atau sering digunakan diantara pelaksanaan metode ceramah
atau digunakan pula untuk berbagai tujuan..
Metode Simulasi: meliputi
berbagai metode yang banyak digunakan dalam IPS. Strategi belajar-mengajar ini
adalah strategi yang meminta siapa saja yang terlibat dalam strategi tersebut
untuk menganggap dirinya sebagai orang lain yang tujuannya adalah untuk
mempelajari bagaimana orang lain bertindak dan merasakan.
Metode Inkuiri: merupakan
pendekatan belajar dengan menggunakan pendekatan induktif dimana belajar
mencakup proses berfikir dari hal-hal yang khusus kepada hal-hal yang bersifat
umum yang dimulai dengan upaya guru memperkenalkan sejumlah contoh konsep yang
spesifik. Para siswa mempelajari contoh itu dan mencoba menyimpulkannya dengan
cara membuat pertanyaan atau kalimat yang sesuai dengan karakteristik konsep
tersebut.Metode inimerupakan salah satu pendekatan yang digunakan oleh para
pengembang kurikulum khususnya di sekolah-sekolah.Alasan mereka menggunakan
pendekatan inkuiri yaitu untuk meningkatkan keterikatan antara guru dan siswa
dalam proses belajar mengajar. Setiap guru yang menggunakan pendekatan ini
secara langsung akan menerapkan proses belajar mengajar dikelas secara
aktifkarena siswa akan terlibat langsung dalam memahami suatu pembelajaran.Karakteristik
pembelajaran inkuiri diawali dengan mengajukan pertanyaan atau berbasis masalah
yang menjadikan siswa muncul rasa ingin
tahu dan berusaha mencari tahu apa jawaban dari pertanyaan itu atau memecahkan
masalah tersebut. Dengan diterapkannya pendekatan ini oleh guru, akan
menjadikan kondisi kelas yang pasif, pembelajaran yang tidak menyenangkan dan
munculnya rasa kebosanan siswa dikelas saat pembelajaran berlangsung dapat
teratasi. Namun, dalam penerapan pendekatan inkuiri ini, seorang guru tidak
bisa mengharapkan langsung berhasil jika digunakan sekali saja, diperlukan
latihan yang terus-menerus.
Dari
metode yang sudah diuraikan diatas, makametode yang cocok digunakan dalam
mengatasi kebosanan siswa dalam belajar di kelas terutama pada mata pelajaran
IPS di sekolah dasar dan meningkatkan kemampuan berfikir dalam belajar
bagaimana belajar dan berfikir secara kritis yaitu dengan menggunakan metode
pembelajaran inkuiri.
Tiga aktivitas utama
dalam pendekatan inkuiri adalah :
Tahap investigation : Merupakan
kegiatan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam meneliti, memproses, dan
mengintepretasikan data/informasi. Kegiatan ini merupakan dasar untuk
memprediksi alternatif kesimpulan dalam pemecahan masalah, menyusun hipotesis,
menetapkan pendekatan-pendekatan, dan merancang metode untuk mengumpulkan,
mengorganisasi dan memproses data atau informasi.
Tahap communication: Merupakan
kegiatan untuk mengembangkan kecakapan siswa dalam menggunakan bermacam-macam
bentuk komunikasi seperti : ucapan, tulisan, grafik dan statistik. Para siswa
belajar mengumpulkan, memproses, menganalisis, dan menyajikan informasi dengan
menggunakan sejumlah format dan variasi metode.
Tahap
participation: Merupakan kegiatan mengembangkan
kecakapan dan rasa percaya diri siswa dalam kerja kelompok dan dalam proses
mengambil keputusan. Para siswa juga didorong untuk menilai apakah kecakapan
yang dilatihkan di kelas ada manfaatnya dengan kehidupan mereka sehari-hari dan
masa yang akan datang.
Langkah pembelajaran inkuiri menurut
John Dewey Filsuf Amerika dalam buku klasiknya How We Think terbitan tahun 1910 :
Menggambarkan indikator–indikator
masalah atau situasi, Memberikan kemungkinan jawaban atau penjelasan, Mengumpulkan
bukti untuk menguji kebenaran jawaban atau penjelasan, Menguji kebenaran
jawaban sesuai bukti yang terkumpul, Merumuskan ksimpulan yang didukung bukti
yang terbaik.
Penerapan Pendekatan
Inkuiri
Pendekatan Inkuiri dapat diterapkan
pada kelas-kelas rendah siswa sekolah dasar secara sederhana, misalnya siswa
mengawali belajar dengan belajar bagaimana belajar dan bekerja dengan
menggunakan peta dan globe.
Contoh pembelajaran inkuiri tentang
“Peta dan Globe” pada kelas 3 SD.
Tujuan : Pada akhir proses belajar mengajar diharapkan para siswa dapat (1) mengenal simbol-simbol yang ada di dalam peta dan (2) mengemukakan alasan mengapa harus menggunakan simbol yang berbeda-beda.
Tujuan : Pada akhir proses belajar mengajar diharapkan para siswa dapat (1) mengenal simbol-simbol yang ada di dalam peta dan (2) mengemukakan alasan mengapa harus menggunakan simbol yang berbeda-beda.
Prosedur : Bimbinglah siswa melalui langkah-langkah berikut ini :
Tahap Pertama:Guru : Siapa di antara kamu yang pernah melihat danau?
sungai? Adakah di antara kamu yang pernah melihat laut? Seperti apakah sungai,
danau, dan laut itu? (Siswa menjawab setiap pertanyaan. Kembangkan pertanyaan
itu hingga para siswa menyebutkan bahwa semua tempat itu berisi air) Tahukah
kamu bahwa lautan lebih luas daripada daratan? Orang yang membuat peta dan
globe mempunyai kesulitan karena harus dapat meyakinkan orang lain wilayah mana
yang berupa daratan dan wilayah mana yang berbentuk lautan.
Tahap kedua : Guru : Bagaimana pembuat globe untuk mengatasi kesulitan
ini? Bagaimana pendapatmu tentang cara menunjukkan lokasi perairan?Kemungkinan
jawaban siswa yang pertama mungkin siswa menuliskan kata “air” pada tempat yang
ada airnya, yang kedua mungkin juga mereka menggambar gelombang pada tempat
yang ada air, dan yang ketiga mungkin mereka mewarnai bagian tempat yang ada airnya.
Tahap ketiga : Guru : Anggaplah bahwa kita adalah ilmuwan yang akan menguji
pendapat siapa yang paling tepat. Mari kita lihat bola dunia ini. (Pegang bola
dunia ini) Coba berikan nama laut ini? (Apabila kamu tidak tahu coba bantu oleh
yang lainnya) Baiklah, mari kita lihat Laut Jawa. Ini ada di peta. Apa warnanya?
(Siswa menjawab:“biru”) Mari lihat pula Samudra Indonesia. Inilah ada di peta.
Apa warnanya? (Siswa menjawab: “warnanya sama – biru”)
Tahap keempat: Beri lagi pertanyaan untuk membuktikan bahwa mereka telah
menguasainya. Beri pula dorongan agar mereka bercerita atau menjelaskan apa
yang telah mereka ketahui.Guru: Berdasarkan informasi yang telah kita
diketahui, bagaimana pembuat bola dunia menggambar lautan agar berbeda dengan
simbol lainnya? (Siswa menjawab: “warnanya biru”) Tahukah kamu, mengapa pembuat
bola dunia memilih cara membuat simbol laut dengan warna biru? Maksud saya, mengapa
mereka tidak menuliskan “air” pada tempat-tempat yang menunjukan lautan atau
menggambarkan gelombang? (Para siswa menjawab: “Apabila pembuat bola dunia itu
menuliskan kata “air” maka ia harus menuliskan kata air beberapa kali”. Karena
ada wilayah perairan laut yang sempit sehingga akan sulit menuliskan kata “air”
pada tempat itu”. “Akan sulit juga menuliskan kata “air” untuk menunjukan suatu
sungai”. “Menggambarkan gelombang untuk lautan mungkin saja, namun kesulitan untuk
sungai”).
Tahap kelima : Tahap ini kesimpulan dari seluruh pelajaran. Selain itu,
pada tahap ini pun dirancang untuk membuat penjelasan umum yang dapat
diterapkan dalam situasi lainnya.Guru: Dari apa yang telah kita pelajari,
dapatkah kamu mengemukakan simbol wilayah perairan pada peta dan bola dunia
(global)? (siswa menjawab: “Wilayah perairan itu digambarkan dengan warna
biru”).Marilah kita perhatikan peta dan bola dunia lainnya. Samakah simbol yang
dibuat untuk wilayah perairan laut? (Guru dan siswa melihat-lihat peta dan bola
dunia lainnya). Kesimpulannya: “Umumnya pada peta dan bola dunia, warna biru
digunakan untuk menunjukan perairan”.
Pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan inkuiri di sekolah dasar untuk kelas yang lebih tinggi dapat dengan
cara melakukan analisis terhadap suatu data. Di bawah ini ditampilkan suatu
contoh model inkuiri untuk siswa SD kelas 6 dengan topik kependudukan.
Tujuan: Pada akhir proses belajar mengajar diharapkan para siswa
dapat mengembangkan generalisasi yang menjelaskan hubungan anrata luas areal,
persentase, dan kepadatan penduduk dengan cara membandingkan data yang terdapat
dalam bagan.
Prosedur: Anggaplah kita akan memperkenalkan suatu pembelajaran yang
memfokuskan pada kependudukan dan luas areal antarpulau yang ada di Indonesia.
Data yang ada di dalam bagan ini dirancang untuk pembelajaran IPS, yakni
informasi yang akan digunakan oleh siswa untuk mengembangkan generalisasi.
Setelah mengkaji data, para siswa diharapkan dapat menguji tingkat akurasi dari
generalisasi yang dibuatnya.
LUAS AREAL, PERSENTASE DAN KEPADATAN
PENDUDUK DI INDONESIA (1971,1980, 1985)
|
Kawasan
|
Persentase
Luas
areal
|
Persentase
penduduk
1971 1980
1985
|
Kepadatan
penduduk
1971 1980
1985
|
|
Jawa
|
6,89
|
63,83 61,88
|
576 690 755
|
|
Sumatra
|
24,67
|
60,88
|
44 59 69
|
|
Kalimantan
|
28,11
|
17,45 19,00
|
10 12 14
|
|
Sulawesi
|
9,85
|
19,85
|
45 55 61
|
|
Irian
Jaya
|
21,99
|
4,32 4,56
4,71
|
2 3 3
|
|
Maluku
|
3,88
|
7,15 7,05
7,04
|
15 19 22
|
|
Bali
|
0,29
|
0,84 0,79
0,94
|
381 444
476
|
|
Nusa
|
4,61
|
0,92 0,96
0,98
|
75 96 106
|
|
Tenggara
|
|
1,78 1,67
1,62
|
|
|
|
|
5,55 5,76
5,70
|
|
|
INDONESIA
|
100,00
|
100 100
100
|
62 77 85
|
Sumber:
BPS, 1986
Bagikan
tabel ini kepada setiap siswa atau dapat pula digambar pada papan tulis atau
ditayangkan melalui OHP. Mulailah dengan meminta siswa memerhatikan tabel
secara seksama dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Apakah persamaan umum di antara
pulau-pulau yang dibandingkan ini? Kemungkinan jawaban siswa (generalisasi):
a. Semua pulau itu berada di wilayah
Negara Kesatuan RI
b. Tingkat kepadatan penduduk mengalami
kenaikan dari tahun 1971 sampai tahun 1985.
2. Apakah perbedaan yang dapat kamu
kemukakan dari tabel itu?
Kemungkinan
jawaban siswa (generalisasi):
a. Luas areal pulau ada yang luas ada
yang sempit. Kalimantan adalah pulau yang paling luas.
b. Persentase penduduk pun berbeda.
Pulau yang paling banyak penduduknya adalah Jawa.
c. Tingkat kepadatan penduduk pun tidak
merata. Jawa adalah pulau terpadat penduduknya.
3. Kamu telah mengemukakan beberapa
perbedaan penting yang terjadi antarpulau.
Dapatkah
kamu kemukakan faktor penyebab terjadinya perbedaan itu. Kemungkinan jawaban
siswa (generalisasi):
a. Perbedaan luas areal disebabkan oleh
kejadian alam
b. Pulau Jawa paling padat penduduknya
karena ibu kota negara ada di pulau Jawa
c. Jawa pun dikenal sebagai pulau yang
indah dan subur tanahnya.
(Ini
hanyalah contoh. Sekarang mungkin kondisinya telah berubah terutama tentang
persebaran penduduk)
Guru:
“Baiklah, kamu semua telah dapat membuat jawaban (generalisasi) dengan baik.
Marilah kita tuliskan satu per satu di papan tulis”. “Kita akan melanjutkan
belajar kita minggu depan”. Namun demikian, sekarang mari kita uji dulu tingkat
kebenaran dari generalisasi yang telah dibuat itu”. “Saya minta kamu semua
membuat pernyataan baru apabila ditemukan adanya informasi baru yang dapat
mendukung kebenaran generalisasi atau memperbaiki generalisasi yang telah kita
buat ini”.
Dari
data yang ada dalam tabel membantu siswa mengembangkan wawasannya tentang
kependudukan di Indonesia. Secara langsung para siswa terlibat dalam pembuatan
informasi baru. Informasi ini pada gilirannya dapat menghantarkan para siswa
untuk melakukan studi lanjutan. Kesempatan menguji generalisasi sering
mengakibatkan para siswa menjadi lebih antusias melakukan pencarian informasi
baru yang berkaitan dengan topik bahasan. Disinilah pentingnya penggunaan
pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPS di Sekolah
Dasar guna meningkatkan kemampuan berfikir siswa.
Kesimpulan:
Proses kegiatan belajar
mengajardi sekolah sangat perlu menggunakan berbagai
model-model pembelajaran. Agar siswa atau peserta
didik di dalam proses pembelajaran IPS merasa senang dan ikut berperan aktif
(tidak membosankan) serta mengembangkan pikirannya secara optimal, maka
diterapkan pembelajaran dengan penekatan inkuiri. Dimana belajar dengan
berpikir dari hal-hal yang khusus ke yang umum dengan diawali sebuah
pertanyaan-pertanyaan dari guru yang kemudian kita mencari jawabannya dan
mengembangkan kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang telah dimilikinya. Keunggulan
dari pendekatan ini yaitu dapat untuk mengembangkan kemampuan berfikir maupun
pengetahuan, sikap dan nilai pada peserta didik dibanding dengan pendekatan
klasikal atau tradisional.
DAFTAR PUSTAKA
Sapriya. 2009. Pendidikan IPS Konsep &Pembelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset.
Wahab A.A. 2012.Metode dan Model-Model Mengajar Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS).Bandung: Alfabeta.
Susanto Ahmad. 2013. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah
Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Tidak ada komentar:
Posting Komentar