Jumat, 09 Januari 2015

Pentingnya penggunaan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran ips di sekolah dasar guna meningkatkan kemampuan berfikir siswa



PENTINGNYA PENGGUNAAN PENDEKATAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA
Oleh Rizky Meilynda
 rizkymeilynda@gmail.com
Abstrak
Banyaknya permasalahan yang menimbulkan kebosanan siswa dalam belajar dikelas terutama pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar merupakan suatu kendala dalam berjalannya suatu proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan suatu pendekatan. Pendekatan inkuiri merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, karena didalam pendekatan inkuiri proses belajar lebih berpusat kepada kebutuhan siswa (student-centered intruction) daripada kepada guru (teacher-centered instruction). Pembelajaran akan lebih bersifat humanis apabila memerhatikan aspek-aspek sifat manusia yang pada hakikatnya sejak lahir sudah memiliki potensi untuk berkembang.Fraenkel (1990) menyatakan bahwa salah satu tujuan utama IPS menurut para ahli adalah membantu para siswa belajar mengembangkan kemampuan berfikir. Untuk membina para siswa agar dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa pada tingkat sekolah dasar dapat menggunakan metode inkuiri (Rogers dan Genovese (1969:536)). Dengan demikian, penggunaan  pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar penting karena akan membantu para siswa untuk belajar bagaimana belajar dan berfikir secara kritis.
Kata Kunci:Pembelajaran IPS, Pendekatan Inkuiri, Peningkatan Kemampuan Berfikir.
Pendahuluan
            Pada kurikulum sekolah dasar 1994, Ilmu Pengetahuan Sosial adalah mata pelajaran yang mengkaji kehidupan sosial yang didasarkan pada bahan kajian pokok yaitu pengetahuan sosial dan sejarah. Bahan kajian pengetahuan sosial meliputi lingkungan sosial, ilmu bumi, ekonomi dan pemerintahan. Sedangkan bahan kajian sejarah meliputi perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lampau sampai masa kini.Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam bidang pengetahuan sosial adalah agar para siswa sekolah dasar mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan bidang kajian sejarah bertujuan  agar para siswa sekolah dasar mampu mengembangkan pemahaman tentang perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lalu hingga masa sekarang agar para siswa memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan cinta tanah air.Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, guru dituntut untuk menerapkan prinsip belajar aktif dimana dalam pembelajaran dikelas hendaknya melibatkan siswa baik secara fisik, mental (pemikiran dan perasaan) dan sosial sesuai dengan tingkat perkembangan siswa agar siswa tidak merasa bosan saat pembelajaran IPS dikelas berlangsung.Lalu strategi apakah yang dapat digunakan agar para siswa dalam pembelajaran khususnya pembelajaran IPS tidak merasa cepat bosan? Salah satu strategi yang dapat digunakan agar siswa tidak bosan dan dapat mengembangkan dalam berfikir yaitu dengan menggunakan pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri merupakan pendekatan belajar dengan menggunakan pendekatan induktif dimana belajar mencakup proses berfikir dari hal-hal yang khusus kepada hal-hal yang bersifat umum yang dimulai dengan upaya guru memperkenalkan sejumlah contoh konsep yang spesifik. Para siswa mempelajari contoh itu dan mencoba menyimpulkannya dengan cara membuat pertanyaan atau kalimat yang sesuai dengan karakteristik konsep tersebut.Keunggulan dari pendekatan ini yaitu dapat untuk mengembangkan kemampuan berfikir maupun pengetahuan, sikap dan nilai pada peserta didik dibanding dengan pendekatan klasikal atau tradisional.Oleh sebab itu, pendekatan inkuiri dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar penting diterapkan guna meningkatkan kemampuan berfikir siswa.
Beberapa metode dalam pembelajaran IPS
Metode Ceramah: merupakan sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dari guru kepada peserta didik yang terkadang dalam menjelaskan uraiannya menggunakan alat bantu seperti gambar dan audio visual lainnya. Metode ini merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam proses mengajar.
Metode Diskusi: merupakan suatu kegiatan dimana orang-orang berbicara bersama untuk berbagi dan saling tukar informasi tentang sebuah topik atau masalah atau mencari pemecahan terhadap suatu masalah berdasarkan bukti-bukti yang ada.
Metode Tanya Jawab: merupakan metode yang sering digunakan dalam pengajaran IPS untuk melengkapi metode ceramah. Setelah kegiatan mengajar dengan bertutur maka seringkali diikuti dengan tanya jawab atau sering digunakan diantara pelaksanaan metode ceramah atau digunakan pula untuk berbagai tujuan..
Metode Simulasi: meliputi berbagai metode yang banyak digunakan dalam IPS. Strategi belajar-mengajar ini adalah strategi yang meminta siapa saja yang terlibat dalam strategi tersebut untuk menganggap dirinya sebagai orang lain yang tujuannya adalah untuk mempelajari bagaimana orang lain bertindak dan merasakan.
Metode Inkuiri: merupakan pendekatan belajar dengan menggunakan pendekatan induktif dimana belajar mencakup proses berfikir dari hal-hal yang khusus kepada hal-hal yang bersifat umum yang dimulai dengan upaya guru memperkenalkan sejumlah contoh konsep yang spesifik. Para siswa mempelajari contoh itu dan mencoba menyimpulkannya dengan cara membuat pertanyaan atau kalimat yang sesuai dengan karakteristik konsep tersebut.Metode inimerupakan salah satu pendekatan yang digunakan oleh para pengembang kurikulum khususnya di sekolah-sekolah.Alasan mereka menggunakan pendekatan inkuiri yaitu untuk meningkatkan keterikatan antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Setiap guru yang menggunakan pendekatan ini secara langsung akan menerapkan proses belajar mengajar dikelas secara aktifkarena siswa akan terlibat langsung dalam memahami suatu pembelajaran.Karakteristik pembelajaran inkuiri diawali dengan mengajukan pertanyaan atau berbasis masalah yang  menjadikan siswa muncul rasa ingin tahu dan berusaha mencari tahu apa jawaban dari pertanyaan itu atau memecahkan masalah tersebut. Dengan diterapkannya pendekatan ini oleh guru, akan menjadikan kondisi kelas yang pasif, pembelajaran yang tidak menyenangkan dan munculnya rasa kebosanan siswa dikelas saat pembelajaran berlangsung dapat teratasi. Namun, dalam penerapan pendekatan inkuiri ini, seorang guru tidak bisa mengharapkan langsung berhasil jika digunakan sekali saja, diperlukan latihan yang terus-menerus.
            Dari metode yang sudah diuraikan diatas, makametode yang cocok digunakan dalam mengatasi kebosanan siswa dalam belajar di kelas terutama pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar dan meningkatkan kemampuan berfikir dalam belajar bagaimana belajar dan berfikir secara kritis yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri.
Tiga aktivitas utama dalam pendekatan inkuiri adalah :
Tahap investigation : Merupakan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam meneliti, memproses, dan mengintepretasikan data/informasi. Kegiatan ini merupakan dasar untuk memprediksi alternatif kesimpulan dalam pemecahan masalah, menyusun hipotesis, menetapkan pendekatan-pendekatan, dan merancang metode untuk mengumpulkan, mengorganisasi dan memproses data atau informasi.
Tahap communication: Merupakan kegiatan untuk mengembangkan kecakapan siswa dalam menggunakan bermacam-macam bentuk komunikasi seperti : ucapan, tulisan, grafik dan statistik. Para siswa belajar mengumpulkan, memproses, menganalisis, dan menyajikan informasi dengan menggunakan sejumlah format dan variasi metode.
Tahap participation: Merupakan kegiatan mengembangkan kecakapan dan rasa percaya diri siswa dalam kerja kelompok dan dalam proses mengambil keputusan. Para siswa juga didorong untuk menilai apakah kecakapan yang dilatihkan di kelas ada manfaatnya dengan kehidupan mereka sehari-hari dan masa yang akan datang.
Langkah pembelajaran inkuiri menurut John Dewey Filsuf Amerika dalam buku klasiknya How We Think terbitan tahun 1910 :
Menggambarkan indikator–indikator masalah atau situasi, Memberikan kemungkinan jawaban atau penjelasan, Mengumpulkan bukti untuk menguji kebenaran jawaban atau penjelasan, Menguji kebenaran jawaban sesuai bukti yang terkumpul, Merumuskan ksimpulan yang didukung bukti yang terbaik.

Penerapan Pendekatan Inkuiri
Pendekatan Inkuiri dapat diterapkan pada kelas-kelas rendah siswa sekolah dasar secara sederhana, misalnya siswa mengawali belajar dengan belajar bagaimana belajar dan bekerja dengan menggunakan peta dan globe.
Contoh pembelajaran inkuiri tentang “Peta dan Globe” pada kelas 3 SD.
Tujuan : Pada akhir proses belajar mengajar diharapkan para siswa dapat (1) mengenal simbol-simbol yang ada di dalam peta dan (2) mengemukakan alasan mengapa harus menggunakan simbol yang berbeda-beda.
Prosedur : Bimbinglah siswa melalui langkah-langkah berikut ini :
Tahap Pertama:Guru : Siapa di antara kamu yang pernah melihat danau? sungai? Adakah di antara kamu yang pernah melihat laut? Seperti apakah sungai, danau, dan laut itu? (Siswa menjawab setiap pertanyaan. Kembangkan pertanyaan itu hingga para siswa menyebutkan bahwa semua tempat itu berisi air) Tahukah kamu bahwa lautan lebih luas daripada daratan? Orang yang membuat peta dan globe mempunyai kesulitan karena harus dapat meyakinkan orang lain wilayah mana yang berupa daratan dan wilayah mana yang berbentuk lautan.
Tahap kedua : Guru : Bagaimana pembuat globe untuk mengatasi kesulitan ini? Bagaimana pendapatmu tentang cara menunjukkan lokasi perairan?Kemungkinan jawaban siswa yang pertama mungkin siswa menuliskan kata “air” pada tempat yang ada airnya, yang kedua mungkin juga mereka menggambar gelombang pada tempat yang ada air, dan yang ketiga mungkin mereka  mewarnai bagian tempat yang ada airnya.
Tahap ketiga : Guru : Anggaplah bahwa kita adalah ilmuwan yang akan menguji pendapat siapa yang paling tepat. Mari kita lihat bola dunia ini. (Pegang bola dunia ini) Coba berikan nama laut ini? (Apabila kamu tidak tahu coba bantu oleh yang lainnya) Baiklah, mari kita lihat Laut Jawa. Ini ada di peta. Apa warnanya? (Siswa menjawab:“biru”) Mari lihat pula Samudra Indonesia. Inilah ada di peta. Apa warnanya? (Siswa menjawab: “warnanya sama – biru”)
Tahap keempat: Beri lagi pertanyaan untuk membuktikan bahwa mereka telah menguasainya. Beri pula dorongan agar mereka bercerita atau menjelaskan apa yang telah mereka ketahui.Guru: Berdasarkan informasi yang telah kita diketahui, bagaimana pembuat bola dunia menggambar lautan agar berbeda dengan simbol lainnya? (Siswa menjawab: “warnanya biru”) Tahukah kamu, mengapa pembuat bola dunia memilih cara membuat simbol laut dengan warna biru? Maksud saya, mengapa mereka tidak menuliskan “air” pada tempat-tempat yang menunjukan lautan atau menggambarkan gelombang? (Para siswa menjawab: “Apabila pembuat bola dunia itu menuliskan kata “air” maka ia harus menuliskan kata air beberapa kali”. Karena ada wilayah perairan laut yang sempit sehingga akan sulit menuliskan kata “air” pada tempat itu”. “Akan sulit juga menuliskan kata “air” untuk menunjukan suatu sungai”. “Menggambarkan gelombang untuk lautan mungkin saja, namun kesulitan untuk sungai”).
Tahap kelima : Tahap ini kesimpulan dari seluruh pelajaran. Selain itu, pada tahap ini pun dirancang untuk membuat penjelasan umum yang dapat diterapkan dalam situasi lainnya.Guru: Dari apa yang telah kita pelajari, dapatkah kamu mengemukakan simbol wilayah perairan pada peta dan bola dunia (global)? (siswa menjawab: “Wilayah perairan itu digambarkan dengan warna biru”).Marilah kita perhatikan peta dan bola dunia lainnya. Samakah simbol yang dibuat untuk wilayah perairan laut? (Guru dan siswa melihat-lihat peta dan bola dunia lainnya). Kesimpulannya: “Umumnya pada peta dan bola dunia, warna biru digunakan untuk menunjukan perairan”.
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inkuiri di sekolah dasar untuk kelas yang lebih tinggi dapat dengan cara melakukan analisis terhadap suatu data. Di bawah ini ditampilkan suatu contoh model inkuiri untuk siswa SD kelas 6 dengan topik kependudukan.
Tujuan: Pada akhir proses belajar mengajar diharapkan para siswa dapat mengembangkan generalisasi yang menjelaskan hubungan anrata luas areal, persentase, dan kepadatan penduduk dengan cara membandingkan data yang terdapat dalam bagan.
Prosedur: Anggaplah kita akan memperkenalkan suatu pembelajaran yang memfokuskan pada kependudukan dan luas areal antarpulau yang ada di Indonesia. Data yang ada di dalam bagan ini dirancang untuk pembelajaran IPS, yakni informasi yang akan digunakan oleh siswa untuk mengembangkan generalisasi. Setelah mengkaji data, para siswa diharapkan dapat menguji tingkat akurasi dari generalisasi yang dibuatnya.
LUAS AREAL, PERSENTASE DAN KEPADATAN PENDUDUK DI INDONESIA (1971,1980, 1985)
Kawasan
Persentase
Luas areal
Persentase penduduk
1971   1980  1985
Kepadatan penduduk
1971  1980   1985
Jawa
6,89
63,83    61,88
576      690       755
Sumatra
24,67
60,88
44        59        69
Kalimantan
28,11
17,45     19,00
10        12        14
Sulawesi
9,85
19,85
45        55        61
Irian Jaya
21,99
4,32    4,56     4,71
2          3          3
Maluku
3,88
7,15    7,05     7,04
15         19        22
Bali
0,29
0,84    0,79     0,94
381      444      476
Nusa
4,61
0,92    0,96     0,98
75         96       106
Tenggara

1,78    1,67     1,62



5,55     5,76     5,70

INDONESIA
100,00
100      100      100
62         77         85
                                                                                                Sumber: BPS, 1986
            Bagikan tabel ini kepada setiap siswa atau dapat pula digambar pada papan tulis atau ditayangkan melalui OHP. Mulailah dengan meminta siswa memerhatikan tabel secara seksama dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1.    Apakah persamaan umum di antara pulau-pulau yang dibandingkan ini? Kemungkinan jawaban siswa (generalisasi):
a.    Semua pulau itu berada di wilayah Negara Kesatuan RI
b.    Tingkat kepadatan penduduk mengalami kenaikan dari tahun 1971 sampai tahun 1985.
2.    Apakah perbedaan yang dapat kamu kemukakan dari tabel itu?
Kemungkinan jawaban siswa (generalisasi):
a.    Luas areal pulau ada yang luas ada yang sempit. Kalimantan adalah pulau yang paling luas.
b.    Persentase penduduk pun berbeda. Pulau yang paling banyak penduduknya adalah Jawa.
c.    Tingkat kepadatan penduduk pun tidak merata. Jawa adalah pulau terpadat penduduknya.
3.    Kamu telah mengemukakan beberapa perbedaan penting yang terjadi antarpulau.
Dapatkah kamu kemukakan faktor penyebab terjadinya perbedaan itu. Kemungkinan jawaban siswa (generalisasi):
a.    Perbedaan luas areal disebabkan oleh kejadian alam
b.    Pulau Jawa paling padat penduduknya karena ibu kota negara ada di pulau Jawa
c.    Jawa pun dikenal sebagai pulau yang indah dan subur tanahnya.
(Ini hanyalah contoh. Sekarang mungkin kondisinya telah berubah terutama tentang persebaran penduduk)
Guru: “Baiklah, kamu semua telah dapat membuat jawaban (generalisasi) dengan baik. Marilah kita tuliskan satu per satu di papan tulis”. “Kita akan melanjutkan belajar kita minggu depan”. Namun demikian, sekarang mari kita uji dulu tingkat kebenaran dari generalisasi yang telah dibuat itu”. “Saya minta kamu semua membuat pernyataan baru apabila ditemukan adanya informasi baru yang dapat mendukung kebenaran generalisasi atau memperbaiki generalisasi yang telah kita buat ini”.
Dari data yang ada dalam tabel membantu siswa mengembangkan wawasannya tentang kependudukan di Indonesia. Secara langsung para siswa terlibat dalam pembuatan informasi baru. Informasi ini pada gilirannya dapat menghantarkan para siswa untuk melakukan studi lanjutan. Kesempatan menguji generalisasi sering mengakibatkan para siswa menjadi lebih antusias melakukan pencarian informasi baru yang berkaitan dengan topik bahasan. Disinilah pentingnya penggunaan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar guna meningkatkan kemampuan berfikir siswa.
Kesimpulan:
Proses kegiatan belajar mengajardi sekolah sangat perlu menggunakan berbagai model-model pembelajaran. Agar siswa atau peserta didik di dalam proses pembelajaran IPS merasa senang dan ikut berperan aktif (tidak membosankan) serta mengembangkan pikirannya secara optimal, maka diterapkan pembelajaran dengan penekatan inkuiri. Dimana belajar dengan berpikir dari hal-hal yang khusus ke yang umum dengan diawali sebuah pertanyaan-pertanyaan dari guru yang kemudian kita mencari jawabannya dan mengembangkan kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang telah dimilikinya. Keunggulan dari pendekatan ini yaitu dapat untuk mengembangkan kemampuan berfikir maupun pengetahuan, sikap dan nilai pada peserta didik dibanding dengan pendekatan klasikal atau tradisional.
DAFTAR PUSTAKA
Sapriya. 2009. Pendidikan IPS Konsep &Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Wahab A.A. 2012.Metode dan Model-Model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).Bandung: Alfabeta.
Susanto Ahmad. 2013. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Tidak ada komentar:

Posting Komentar