MAKALAH
DAMPAK
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PENDIDIKAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Dasar Pengembangan Kurikulum
Dosen Pegampu : Drs.Wahyudin Zufri, M.Pd.

Disusun oleh
Nama : Rizky Meilynda
NIM : 40213171
Prodi/Semester : PGSD4/3
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH
DASAR
STKIP ISLAM BUMIAYU
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat
ini sangat berkembang di masyarakat. Umumnya Teknologi Informasi adalah sebuah
teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi: memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara
dan prosedur guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna
tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya
kebutuhan manusia.
Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki
peranan. Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalih fungsian buku, guru
dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi
informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang.
Namun, TIK juga memiliki banyak kekurangan. TIK tidak hanya memberikan dapak
positif, namun juga memiliki dampak negative terhadap kehidupan, salah satunya
yang menonjol adalah di bidang pendidikan. Maka dari itu, penulis akan membahas
tentang Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa itu TIK?
2.
Apa arti TIK dalam Pendidikan?
3.
Bagaimana peran TIK dalam
Pendidikan?
4.
Apa saja dampak positif dan
negatif TIK dalam Pendidikan?
5.
Apa solusi yang tepat dalam
menghadapi dampak negatif TIK?
C.
Tujuan
1.
Agar
mengetahui pengertian, peranan, dampak positif dan dampak negatif TIK dalam
bidang pendidikan.
2.
Mengatahui
solusi yang tepat dalam mengangani dampak negatif TIK dalam bidang pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
TIK
TIK adalah berbagai
aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan
dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaannya, komputer dan
hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan dengan sosial,
ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and
Development: Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980). Definisi
lain tentang TIK yaitu semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan,
memanipulasi, komunikasi, presentasi dan menggunakan data (data yang
ditransformasi menjadi informasi) [E.W. Martin et al. 1994. Managing
Information Technology: What Managers Need to Know. New York :Prentice Hall].
B. Pengertian
TIK dalam Pendidikan
Arti Teknologi
Informasi dalam dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau
sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.
C. Peranan
TIK dalam Pendidikan
Di dunia pendidikan,
banyak sekali lembaga pendidikan yang telah berhasil mengembangkan Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam mendukung proses pembelajarannya. Peran TIK
dalam dunia Pendidikan antara lain :
1.
Sebagai
keterampilan (skill) dan kompetensi
a.
Setiap
pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan keahlian menggunakan TIK
untuk pendidikan.
b.
Informasi
merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah melalui proses
pendidikan.
c.
Membagi
pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya bersifat mutlak dan
tidak berkesudahan.
d.
Belajar
mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pendidik, peserta
didik, dan stakeholder.
e.
Belajar
adalah proses seumur hidup yang berlaku bagi setiap individu atau manusia.
2.
TIK
sebagai infratruktur pedidikan
a.
Saat ini,
bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam
seperti multimedia.
b.
Para
pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif bergerak dari satu tempat
ke tempat lainnya.
c.
Proses pendidikan
seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
d.
Perbedaan
letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pendidikan.
e.
“The
network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.
3.
TIK
sebagai sumber bahan ajar
a.
Ilmu pengetahuan
berkembang sedemikian cepatnya.
b.
Pendidik
yang hebat tersebar di berbagai belahan dunia.
c.
Buku-buku,
bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinyu.
d.
Inovasi
memerlukan kerjasama pemikiran.
e.
Tanpa
teknologi, proses peserta didikan yang “up-to-date” membutuhkan waktu yang
lama.
4.
TIK
sebagai alat bantu dan fasilitas pendidikan
a.
Penyampaian
pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
b.
Memberikan
ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan
ajar.
c.
Peserta
didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih
bebas dan mandiri.
d.
Akuisisi
pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan pendidik.
e.
Rasio
antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses dan
pemberian fasilitas.
5.
TIK
sebagai pendukung manajemen pendidikan
a.
Setiap
individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti setiap harinya.
b.
Transaksi
dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan pengelolaan back-office
yang kuat.Kualitas layanan pada pengelolaan administrasi pendidikan
seharusnya ditingkatkan secara bertahap.
c.
Orang
merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus terbatas dalam institusi.
d.
Munculnya
keberadaan sistem pendidikan inter dan antar organisasi.
6.
TIK
sebagai sistem pendukung keputusan.
a.
Setiap
individu memiliki karekteristik dan bakat masing-masing dalam pendidikan.
b.
Pendidik
seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada berbagai bidang ilmu.
c.
Sumber daya
terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.
d.
Institusi
seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas.
e.
Pemerintah
seharusnya memiliki pengetahuan tentang profil institusi pendidikan.
·
Beberapa Manfaat
Internet pada Pendidikan:
Dalam bidang
pendidikan Internet telah memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran.
e-Education, istilah ini mungkin sudah tidak asing bagi
bangsa Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah
penggunaan TI di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang
tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah
lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya.
(Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya
Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di
Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang
pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi
atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya
Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang
lebih banyak untuk diselesaikan (Oetomo, B.S.D, 2002).
Lingkungan Akademis
Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi TI di
bidang Pendidikan salah satunya adalah Universitas Peradaban. Saat ini di Universitas
memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi
bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Juga tentunya
sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang
membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau
banyak yang lainnya. Bahkan saat ini telah berkembang digital library di
kawasan kampus. Inisiatif-inisiatif penggunaan TI dan Internet di luar
institusi pendidikan formal tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan
di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah
ada adalah situs penyelenggara “Komunitas Sekolah Indonesia”. Situs yang
menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com. dan SMA-net.com.
Selain untuk melayani
Institut pendidikan secara khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan secara
umum di Indonesia. Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan
sistem pendidikan di Indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi
yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan
sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para
pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai
wadah untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama
pendidikan. Contoh dari situs ini adalah www.pendidikan.net.
Selain penggunaan
internet dalam dunia pendidikan, usaha lain untuk penggunaan ICT dalam
pendidikan antara lain diciptakannya model-model pembelajaran ataupun media
pembelajaran yang berbasiskan ICT, baik berupa CD pembelajaran interaktif
maupun modul-modul materi pembelajaran yang bisa memberikan kemudahan pada
peserta didik untuk memahami materi tersebut. Saat ini juga banyak
sekolah-sekolah yang memberikan fasilitas e-learning pada siswanya. Dengan
akses internet, siswa dapat mengakses e-learning dimana saja, kapan saja. E-learning
berisi modul-modul pembelajaran, adanya forum diskusi yang memungkinkan
untuk distance learning.
·
Upaya
untuk Memajukan Pendidikan dengan ICT :
Untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia, pemerintah Indonesia telah menggunakan ICT untuk
memperluas kesempatan pendidikan, untuk meningkatkan kualitas dan relevansi
pendidikan, dan meningkatkans efisiensi sistem pendidikan. Sampai tahun ini,
berbagai upaya untuk menggunakan ICT dalam pendidikan antara lain:
1.
E-learning
Mulai dari
tahun 2002, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom)
bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah, dan Direktorat Pendidikan
sedang mengembangkan e-learning program yang disebut "e-dukasi".
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. Pada
tahap awal ini, bahan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran
berikut: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Elektronika, dan Teknologi
Informasi.
2.
Kursus
Online
Beberapa
perguruan tinggi telah memberikan kuliah melalui internet untuk beberapa
kursus. Misalnya saja di UPI, di dalam e-learning ada course-course atau kursus
online untuk mata kuliah tertentu. Dimana dosen dan murid tidak tatap muka atau
menerapkan distance learning.
3.
Tutorial
Online
Salah satu
penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah
untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh.
4.
Joint
Research
Sebagai media
yang menyediakan untuk kolaborasi melalui penggunaan teknologi informasi,
penelitian bersama program telah dilakukan.
5.
Perpustakaan
Elektronik
Saat ini, ada
jaringan perpustakaan elektronik yang disebut Bahasa Indonesia Digital Library
Network yang merupakan jaringan perpustakaan elektronik dari perpustakaan pusat
ITB (Digital Library), yang Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB, Lembaga
Penelitian ITB, Universitas Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek
CIDA), Universitas Brawijaya Malang Central Library, Universitas Muhammaddiyah
Malang dan The Central Bank Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),
Jakarta. Indonesia Digital Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung upaya-upaya
untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, untuk meningkatkan
pertukaran informasi antar lembaga pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga
penelitian di Indonesia.
6.
Computer
Assisted Instruction (CAI)
Ini adalah
off-line program instruksi sehingga tidak tergantung pada akses ke internet.
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah
mengembangkan instruksi dibantu komputer bahan belajar untuk berbagai subject
matter dan kursus. Ini adalah bahan pembelajaran interaktif dimana siswa dapat
belajar pada / dirinya sendiri dengan sedikit bantuan dari guru / dosen.
D. Dampak
Positif TIK terhadap Pendidikan
Pemanfaatan TIK dalam pendidikan, akan mengatasi
masalah sebagai berikut
1.
Masalah
geografis, waktu dan sosial ekonomis Indonesia
2.
Negara
Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan, daerah tropis dan pegunungan hal
ini akan mempengaruhi terhadap pengembangan infrastruktur pendidikan sehingga
dapat menyebabkan distribusi informasi yang tidak merata.
3.
Mengurangi
ketertinggalan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan dibandingkan dengan
negara berkembang dan negara maju lainnya.
4.
Akselerasi
pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan mutu pendidikan yang sulit
diatasi dengan cara-cara konvensional.
5.
Peningkatan
kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi
informasi dan komunikasi.
6.
TIK akan
membantu kinerja pendidikan secara terpadu sehingga akan terwujud manajemen
yang efektif dan efisien, transparan dan akuntabel.
Dampak
Negatif TIK terhadap pendidikan
TIK seiring dengan
perkembangannya yang semakin meningkat, namun tetap saja memiliki kekurangan.
Misalnya saja pada e-learning, e-learning dapat menyebabkan pengalih fungsian
guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan, menyebabkan terciptanya
individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan
dengan hanya seorang diri, dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik
susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika
dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis, serta hakikat
manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah.
Kemudian karena
seringnya mengakses internet, di khawatirkan pelajar bukanya benar-benar
memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses hal-hal yang tidak baik,
seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak
dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. Hal lain misalnya
kecanduan : asik berinternet ( biasanya menggunakan fasilitas social networking
/ game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya.kemudian
ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang
berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat
room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan
yang ada dalam dunia nyata. Kemudaian dikenal pula Information overload,
Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet,
sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir
berbagai informasi yang ada. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan,
terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya
untuk melayani kecanduan tersebut. Hal-hal tersebut sangat menghambat
berkembanganya pendidikan dalam TIK.
E. Metoda
Pemecahan Masalah dan Solusi dalam mengatasi dampak negatif TIK dalam
pendidikan
Agar penggunaan TIK
dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar, berikut
ada beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak negatif dari TIK dapat
tertanggulangi.
1.
Mempertimbangkan
pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih
harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis
untung ruginya pemakaian.
2.
Tidak
menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran,
misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli
buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih
berkunjung ke perpustakaan.
3.
Pihak-pihak
pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika
dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan
etika.
4.
Pemerintah
sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring
apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia
di dunia maya.
Jadi, solusinya adalah
kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology)
karena jika kita berbuat demikian, maka kita akan ketinggalan banyak informasi
yang sekarang ini informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet.
Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan
baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, juga tidak lupa
jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan denagn teknologi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu
semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi,
komunikasi, presentasi dan menggunakan data (data yang ditransformasi menjadi
informasi). Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan TIK. Teknologi
Informasi dan Komunikasi bukan lagi mejadi asing dalam dunia pendidikan, tetapi
sudah menjadi penting dan sangat mendukung dalam dunia pendidikan. Salah satu
bukti pentingnya TIK adalah untuk pemerataan pendidikan dengan kondisi
geografis Indonesia yang sangat luas. Beberapa dampak positif yang diperoleh
dengan adanya TIK dalam dunia pendidikkan antara lain: Memberikan kemudahan
terhadap dunia pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional Indonesia
secara umum, Meningkatkan mutu pendidikan karena dengan TIK dapat dengan mudah
menerima informasi baik dari dalam maupun dari luar negeri, Peningkatan
kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang merupakan produk dari dunia Pendidikan,
dan lain-lain.
Oleh karena pentingnya TIK dalam dunia
pendidikan, maka Depertemen Pendidikan melalui PUSTEKKOM terus melakukan
pengembangan TIK dalam dunia pendidikan di Indoneisa. Namun, penggunaan TIK
harus tetap di awasi karena TIK juga memiliki dampak negatif. Pertimbangan
untung rugi harus di jalankan dalam penggunaan TIK di bidang pendidikan, juga
kita harus menggunakan etika dalam TIK sehingga penggunaan TIK di bidang
pendidikan lebih optimal dan berjalan secara baik dan benar.
DAFTAR
PUSTAKA
Oetomo, B.S.D. 2002. e-Education Konsep, Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan.
Penerbit Andi: Yogyakarta.
PUSTEKKOM, 2006, “Teknologi Informasi dan
Komunikasi (Information Communication Technology)”
Siahaan, Sudirman. “E-learning (Pembelajaran Elektronik) sebagai salah satu alternatif
kegiatan pembelajaran. http://www.depdiknas.go.id. Di akses tanggal 2
November 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar