Jumat, 09 Januari 2015

Makalah Latar Belakang Perlunya Bk




MAKALAH
“Latar Belakang Perlunya Bk”
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling
Dosen : Muhammad Irham, S.Pd.

Disusun Oleh :
Nama                  : Rizky Meilynda
NIM                   : 40213171
Prodi/Sem.         : PGSD4/2


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP ISLAM BUMIAYU
2014

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manusia di dalam kehidupannya selalu menghadapi persoalan-persoalan yang silih berganti. Persoalan yang satu dapat diatasi, persoalan yang lain muncul, demikian seterusnya. Manusia tidak sama satu dengan yang lain, baik dalam sifat maupun kemampuannya. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalannya tanpa bantuan pihak lain, tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain. Manusia perlu mengenal dirinya sendiri dengan sebaik-baiknya. Dengan mengenal dirinya sendiri, mereka akan dapat bertindak dengan tepat sesuai dengan kemampuan yang ada pada diriya. Walaupun demikian, tidak semua manusia mampu mengenal segala kemampuan dirinya. Mereka memerlukan bantuan orang lain agar dapat mengenal  diri sendiri, lengkap dengan segala kemampuan yang dimilikinya dan bantuan tersebut dapat diberikan oleh Bimbingan dan Konseling.
B.     Rumusan Masalah
Dari uraian diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa sajakah Latar Belakang Perlunya Bimbingan dan Konseling?
2.      Apa yang dimaksud denganBimbingan dan Konseling?
C.    Tujuan
Agar dapat memahami tentang pengertian dan latar belakang perlunya Bimbingan dan Konseling.






BAB II
PEMBAHASAN

Bimbingan dan Konseling diperlukan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan persoalan-persoalannya yang telah dihadapinya dengan menggunakan kemampuan yang telah dimilikinya. Adapun Landasan-landasan mengapa diperlukannya Bimbingan dan Konseling dalam kehidupan kita dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti :
1.             Landasan Filosofi
Kata filosofi atau filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu philos berarti cinta, dan shopos berarti bijaksana.Jadi filosofis berarti kecintaan terhadap kebijaksanaan.Lebih luas, kamus Webster New Universal memberikan pengertian bahwa filsafat merupakan ilmu yang mempelajari kekuatan yang didasari proses berfikir dan bertingkah laku, teori tentang prinsip-prinsip atau huku-hukum dasar yang mengatur alam semesta serta mendasari semua pengetahuan dan kenyataan, termasuk ke dalamnya studi tentang estetika, etika, logika, metafisika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, filsafat merupakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, seluas-luasnya, setinggi-tingginya, selengkap-lengkapnya, serta setuntas-tuntasnya tentang sesuatu. Tidak ada lagi pemikiran yang lebih dalam, lebih luas, lebih tinggi, lebih lengkap ataupun lebih tuntas dari pada pemikiran filosofis.
            Disini akan diuraikan beberapa pemikiran filosof yang selalu terkait dalam pelayanan bimbingan dan konseling yaitu tentang hakikat manusia, tujuan dan tugas kehidupan.

a.    Hakikat Manusia
Para penulis barat telah banyak yang mencoba untuk memberikan deskripsi tentang hakikat manusia (antara lain dalam Patterson, 1966, Alblaster & Lukes, 1971, Thompson & Rudolph, 1983). Beberapa di antara deskripsi tersebut mengemukakan :
-       manusia adalah makhluk rasional yang mampu berpikir dari mrmpergunakan ilmu untuk meningkatkan perkembangan dirinya
-       manusia dapat belajar mwngatasi masalah-masalah yang dihadapinya, khususnya apabila ia berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya
-       manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri, khususnya melalui pendidikan
-       manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk , dan hidup berarti upaya untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol keburukan.

b.      Tujuan Dan Tugas Kehidupan
Adler  (1954) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari kehidupan psikis adalah “menjamin” terus berlangsungnya eksistensi kehidupan kemanusiaan diatasbumi, dan memungnkan terselesaikannya dengan aman perkembangan manusia. Sedangkan Jung (1958) melihat bahwa kehidupan psikis manusia mencari keterpaduan, dan di dalamnya terdapat dorongan instinctual kearah keutuhan dan hidup sehat (dalam Witner & Sweeney, 1992). Lebih jauh, sebagai kesimpulan dari hasil studinya tentang cirri-ciri manusia yang hidupnya sehat,Maslow (dalam Witner & Sweeney, 1992) menegaskan bahwa da  ya upaya yang keras untuk terciptanya hidup yang sehat merupakan kecenderungan yang bersifat universal dlam kehidupan manusia. Dalam kaitan itu semua, Witner & Sweeney (1992) mengajukan suatu model tentang kebahagiaan dan kesejahteraan hidup serta upaya mengembangkan dan mempertahankannya sepanjang hayat. Kedua pemikir tersebut mengemukakan ciri-ciri hidup sehat sepanjang hayat dalam lima kategori tugas kehidupan, yaitu berkenaan dengan spiritual, pengaturan diri, pekerjaan, persahabatan, dan cinta.

2.             Landasan Religius
Pada bagian terdahulu telah dikemukakan beberapa unsur-unsur keagamaan terkait erat dalam hakikat, keberadaan, dan perikehidupan kemanusiaan. Dalam pembahasan lebih lanjut tentang landasan religious bagi layanan bimbingan dan konseling perlu ditekankan tiga hal pokok, yaitu:
a.    Keyakinan bahwa manusia dan seluruh alam semesta adaah makhluk Tuhan,
b.    Sikap yang mendorong perkembangan dan perikehidupan manusia berjalan ke arah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama, dan
c.    Upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secara optimal suasana dan perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi) serta kemasyarakatan yang sesuai dan meneguhkan kehidupan beragama untuk membatu perkembangan dan pemecahan masalah individu.

3.             Landasan Psikologis
Psikologi merupakan kajian tentang tingkah laku individu. Landasan psikologis dalam bimbingan dan konseling berarti memberikan pemahaman tentang tingkah laku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). Hal ini sangat penting karena bidng garapan bimbinga dan konseling adalah tingkah laku klien, yaitu tingkah laku klien yang perlu diubah atau dikembangkan apabila ia hendak mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya atau ingin mencapai tujuan-tujuan yang dikehendakinya.
Untuk keperluan bimbingan dan konseling sejumlah daerah kajian dalam bidang psikologi perlu dikuasai, yaitu tentang:
a.       Motif dan motifasi,
b.      Pembawaan dasar dan lingkungan,
c.       Perkembangan individu,
d.      Belajar, balikan dan penguatan, dan
e.       Kepribadian.

4.             Landasan Sosial Budaya
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak pernah dapat hdup seorang diri. Dimana pun dan bilamana pun manusia hidup senantiasa membentuk kelompok hidup terdiri dari sejumlah anggota guna menjamin baik keselamatan, perkembangan, maupun keturunan.

5.             Landasan Ilmiah dan Teknologis
Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan professional yang memiliki dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori-teorinya, pelaksanaan kegiatannya, maupun pengembangan-pengembangan pelayanan itu secara berkelanjutan.
a.    Keilmuan Bimbingan dan Konseling
Ilmu, serin juga disebut “ilmu pengetahuan”, merupaka sejumlah pengetahuan yang disusun secara logis dan sistematik. Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui melalui pancaindra dan pengolahan oleh daya pikir. Dengan demikian, ilmu bimbingan dan konseling adalah berbagai pengetahuan tentang bimbingan dan konseling yang tersusun secara logis dan sistematik.
b.      Peran Ilmu Lain dan Teknologi dalam Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling, sebagaimana juga pendidikan, merupakan ilmu yang bersifat multireferensial, artinya ilmu dengan rujukan berbagai ilmu yang lain. Dimuka telah diuraikan betapa psikologi, ilmu pendidikan, dan filsafat emberikan sumbangan yang besar kepada bimbingan dan konseling.
c.       Pengembangan Bimbingan dan Konseling Melalui Penelitian
Bimbingan dan konseling, baik teori maupun praktek pelayanannya bersifat dinamis dan berkembang, seiring dengan berkembangnya ilmu-ilmu yang memberikan sumbangan dan seiring pula dengan perkembangan budaya manusia pendukung pelayanan bimbingan dan konseling itu.
Penelitian adalah jiwa dari perkembangan ilmu dan teknologi. Apabila pelayanan bimbingan dan konseling diinginkan untuk berkembang dan maju, maka penelitian tentang bimbingan dan konseling dalam berbagai bentuk penelitian dan aspek yang diteliti harus terus-menerus dilakukan. Tanpa penelitian pertumbuhan pelayanan bimbingan dan koseling akan mandul dan steril.
6.            Landasan Pedagogis
Landasan Pedagogis mengemukakan bahwa antara pendidikan dan bimbingan memang dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan. Secara mendasar bimbingan (dan konseling) merupakan salah satu bentuk pendidikan. Demikianlah, proses bimbingan dan konseling adalah proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan belajar dan sifat normative. Tujuan-tujuan bimbingan dan konseling memperkuat tujuan-tujuan pendidikan dan menunjang program-program pendidikan secara menyeluruh.

Pengertian Bimbingan
Bimbingan diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu, rumusan demi rumusan tentang bimbingan bermunculan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan itu sendiri sebagai suatu pekerjaan khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Berbagai hal-hal pokokyang terdapat dalam rumusan bimbingan dikemukakan sebagai berikut :
·           Parson dalam Jones, 1951
a.       Bimbingan diberikan kepada individu
b.      Bimbingan mempersiapkan individu untuk memasuki suatu jabatan
c.       Bimbingan menyiapkan individu agar mencapai kemajuan dalam jabatan
·           Dunsmoor & Miller dalam McDaniel, 1959
a.       Bimbingan berusaha membantu individu
b.      Bimbingan berusaha membantu memahami dan menggunakan secara luas kesempatan-kesempatan yang tersedia yang meliputi kesempatan pendidikan, jabatan
c.       Bimbingan dilakukan secara sistematik
d.      Bimbingan bertujuan agar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah dan kehidupan
·           Chiskolm dalam McDaniel, 1959
a.       Bimbingan membantu setiap individu
b.      Bimbingan berusaha agar klien memahami diri sendiri
·           Lefever dalam McDaniel, 1959
a.       Bimbingan merupakan bagian dari proses pendidikan
b.      Bimbingan dilakukan secara teratur dan sistematik
c.       Bimbingan diberikan kepada anak muda
d.      Bimbingan menentukan dan mengarahkan dirinya sendiri
e.       Bimbingan berusaha agar klien memperoleh pengalaman-pengalaman yang berguna
·           Smith dalam McDaniel, 1959
a.       Bimbingan merupakan suatu proses layanan
b.      Bimbingan memberikan bantuan kepada individu
c.       Bimbingan bertujuan agar klien memperoleh pengetahuan dan keterampilam
d.      Bantuan yang diberikan melalui bimbingan digunakan untuk membuat pilihan-pilihan, rencana-rencana, dan interpretasi-interpretasi
e.       Bantuan untuk penyesuaian diri yang baik
·           Crow & Crow, 1960
a.       Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan seseorang laki-laki atau perempuan
b.      Bimbingan berguna agar klien memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik
c.       Bantuan melalui bimbingan diberikan kepada individu
d.      Bimbingan untuk klien sembarang usia
e.       Bimbingan bertujuan agar klien memperoleh kemandirian dalam membuat rencana dan membuat keputusan-keputusan
f.       Bimbingan bertujuan agar klien bertanggung jawab terhadap atas keputusan-keputusan yang dibuat
·           Tiederman dalam Bernard & Fullmer, 1969
Bimbingan membantu seseorang agar menjadi berguna
·           Mortensen & Schmuller, 1976
a.       Bimbingan merupakan bagian dari keseluruhan usaha pendidikan
b.      Bimbingan menyediakan berbagai kesempatan
c.       Bimbingan dilakukan oleh orang yang ahli
d.      Bimbingan mengembangkan kemampuan secara optimal
e.       Bimbingan sesuai dengan ide-ide demokratisasi bahwa masing-masing anak memiliki bakat, kemampuan dan minat yang berbeda antara yang satu dengan yang lain
·           Bernar & Fullmer, 1969
a.       Bimbingan itu dilakukan dengan berbagai cara
b.      Bimbingan itu dilakukan untuk meningkatkan perwujudan diri
c.       Bimbingan itu diberikan kepada individu
·           Mathewson dalam Bernard & Fullmer, 1969
a.       Bimbingan merupakan pendidikan dan perkembangan
b.      Bimbingan ditekankan pada proses belajar
·           Jones, dkk, 1970
a.       Bimbingan merupakan proses bantuan
b.      Bimbingan diberikan kepada individu
c.       Bimbingan bertujuan agar klien dapat membuat pilihan-pilihan dan keputusan secara bijaksana
d.      Bimbingan dilaksanakan berdasarkan atas prinsip-prinsip demokrasi bahwa setiap individu mempunyai hak dan kewajiban memilih jalan hidupnya sendiri
e.       Dalam memilih jalan hidupnya itu, individu tidak boleh mencampuri hak orang lain
f.       Kemampuan membuat pilihan-pilihan dan keputusan – keputusan tidak diturunkan/diwariskan, melainkan harus dikembangkan sendiri oleh yang bersangkutan.
Memperhatikan hal-hal pokok yang terkandung dalam setiap rumusan tentang bimbingan yang dikemukakan di atas, tampak bahwa pelayanan bimbingan mengalami perkembangan yang cukup berarti dari masa ke masa, yaitu dari hanya mempersiapkan seseorang untuk memasuki suatu jabatan atau pekerjaan tertentu sampai dengan pemberian bantuan dalam pengentasan masalah-masalah di berbagai bidang, seperti masalah-masalah pendidikan, sosial, dan pribadi. Dengan demikian pelayanan bimbingan telah menjangkau berbagai aspek yang lebih luas dari perkembangan dam kehidupan manusia.
Merangkum keseluruhan isi yang terdapat di dalam semua rumusan tentang bimbingan di atas, dapat dikemukakan unsur-unsur pokok bimbingan sebagai berikut :
1.      Pelayanan bimbingan merupakan suatu proses. Artinya, pelayanan bimbingan bukan sesuatu yang sekali jadi, melainkan melalui liku-liku tertentu sesuai dengan dinamika yang terjadi dalam pelayanan ini.
2.      Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan. “Bantuan yang dimaksud yaitu bantuan yang bersifat menunjang bagi pengembangan pribadi individu yang dibimbing
3.      Bantuan itu diberikan kepada individu, baik perorangan maupun kelompok.
4.      Pemecahan masalah dalam bimbingan dilakukan oleh dan atas kekuatan klien sendiri.
5.      Bimbingan dilaksanakan dengan menggunakan berbagai bahan, interaksi, nasihat, ataupun gagasan, serta alat-alat tertentu baik yang berasal dari klien sendiri, kenselor maupun dari lingkungan. Bahan dari individu sendiri dapat berupa masalah-masalah yang sedang dihadapi, data tentang kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahannya, serta sumber-sumber yang dimilikinya. Sedangkan bahan yang berasal dari lingkungan dapat berupa informasi tentang keadaan sosial-budaya dan latar belakang kehidupan keluarga dan lain-lain. Interaksi dimaksudkan suasana hubungan antara orang yang satu dengan lainnya. Nasihat biasanya berasal dari orang yang membimbing. Sedangkan gagasan dapat muncul baik dari pembimbing maupun dari orang yang dibimbing. Alat-alat dapat berupa sarana penunjang yang dapat lebih memperlancar atau mempercepat proses pencapaian suatu tujuan.
6.      Bimbingan tidak hanya diberikan untuk kelompok-kelompok umur tententu saja, tetapi meliputi semua usia, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
7.      Bimbingan diberikan oleh orang-orang yang ahli, yaitu orang-orang yang memiliki kepribadian yang terpilih dan telah memperoleh pendidikan serta latihan yang memadai dalam bidang bimbingan dan konseling
8.      Pembimbing tidak selayaknya memaksakan keinginan-keinginannya kepada klien karena klien mempunyai hak dan kewajiban untuk menentukan arah dan jalan hidupnya sendiri, sepanjang dia tidak mencampuri hak-hak orang lain
9.      Satu hal yang belum tersuratsecara langsung dalam rumusan-rumusan di atas ialah: bimbingan dilaksanakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Berdasarkan butir-butir pokok tersebut maka yang dimaksud dengan bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri; dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan; berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Pengertian Konseling
Secara etimologis istilah konseling berasal dari bahasa Latin, yaitu “consilium” yang berarti “dengan” atau “bersama” yang dirangkai dengan “menerima” atau “memahami”. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon ostilah konseling berasal dari “sellon” yang berarti “menyerahkan” atau “menyampaikan”. Berbagai hal-hal pokok yang terdapat dalam rumusan konseling dikemukakan sebagai berikut :
·                Jones, 1951
a.       Konseling terdiri atas kegiatan: pengungkapan fakta atau data tentang siswa, serta pengarahan kepada siswa untuk dapat mengatasi sendiri masalah-masalah yang dihadapinya
b.      Bantuan itu diberikan secara langsung kepada siswa
c.       Tujuan konseling adalah agar siswa dapat mencapai perkembangan yang semakin baik, semakin maju
·                Pepinsky & Pepinsky dalam Sherter & Stone, 1974
a.       Konseling merupakan proses interaksi antara dua orang individu masing-masing disebut konselor dan klien
b.      Dilakukan dalam suasana profesional
c.       Berfungsi dan bertujuan sebagai alat (wadah) untuk memudahkan perubahan tingkah laku klien
·                Melean dalam Sherter & Stone, 1974
a.       Konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan
b.      Dilakukan dalam suasana hubungan tatap muka
c.       Individu yang dikonseling adalah individu yang sedang mengalami gangguan atau masalah
d.      Dilakukan oleh orang yang ahli, yaitu orang yang telah terlatih baik dan telah memiliki pengalaman
e.       Bertujuan untuk mangatasi suatu masalah/gangguan
·                Smith dalam Sherter & Stone, 1974
a.       Konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan
b.      Bantuan itu dilakukan dengan menginterpretasikan fakta-fakta atau data, baik mengenai diri individu yang dibimbing sendiri maupun lingkungannya, khususnya yang menyangkut pilihan-pilihan, dan rencana-rencana yang akan dibuat
·                Devision of Counseling Pschology
a.       Konseling merupakan proses pemberian bantuan
b.      Bantuan diberikan kepada individu-individu yang sedang mengalami hambatan atau gangguan dalam proses perkembangannya
c.       Konseling dapat dilakukan pada setiap waktu
d.      Konseling bertujuan agar individu dapat mencapai perkembangan yang optimal
·                McDaniel, 1965
a.       Konseling merupakan rangkaian pertemuan antara konselor dengan klien
b.      Dalam pertemuan itu konselor membantu klien mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya
c.       Tujuan dan pemberian bantuan itu adalah agar klien dapat menyesuaikan dirinya, baik dengan diri sendiri maupun dengan lingkungannya
·                Tolbert, 1959
a.       Konseling dilakukan dalam suasana hubungan tatap muka antara dua orang
b.      Konsel;ing dilakukan oleh orang yang ahli(memiliki kemampuan khusus dibidang konseling)
c.       Konseling merupakan wahana proses belajar bagi klien, yaitu belajar memahami diri sendiri, membuat rencana untuk masa depan, dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi
d.      Pemahaman diri dan pembuatan rencana untuk masa depan itu dilakukan dengan menggunakan kekuatan-kekuatan klien sendiri
e.       Hasil-hasil konseling harus dapat mewujudkan kesejahteraan, baik bagi diri pribadi maupun masyarakat
·                Blocher dalam Shertzer & Stone, 1974
a.       Konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada individu
b.      Tujuan konseling adalah agar individu dapat memahami dirinya sendiri, dapat memberikan reaksi(tanggapan) terhadap pengaruh-pengaruh lingjkungan, dan dapat mengembangkan serta memperjelas tujuan-tujuan hidupnya
·                Bernard & Fullmer, 1969
a.       Konseling meliputi hubungan antar individu untuk mengungkapkan kebutuhan, motivasi, dan potensi
b.      Konseling bertujuan agar individu yang dibimbing mampu mengapresiasikan kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensinya
·                Lewis dalam Shertzer & Stone, 1974
a.       Konseling merupakan proses pemberian bantuan kepada individu
b.      Dilakukan dalam suasana yang menyenangkan klien
c.       Konselor memberikan informasi dan reaksi-reaksi yang dapat merangsang klien untuk bertingkah laku secara efektif
d.      Berguna bagi diri pribadi dan masyarakat
Dengan ciri-ciri pokok diatas dapat dirumuskan pengertian konseling yaitu: Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli(disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah(disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.
Pengertian Bimbingan dan Konseling
Pelayanan khusus yang terorganisir, sebagai bagian integral dari lingkungan sekolah, yang bertugas dan bertujuan meningkatkan perkembangan siswa, membantu menyesuaikan diri, dan mencapai prestasi optimal sesuai potensinya.









KESIMPULAN
Bimbingan dan Konseling diperlukan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan persoalan-persoalannya yang telah dihadapinya dengan menggunakan kemampuan yang telah dimilikinya. Adapun Landasan-landasan mengapa diperlukannya Bimbingan dan Konseling dalam kehidupan kita dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti: Landasan filosofi, landasan religius, landasan psikologis, landasan sosial budaya, landasan ilmiah dan teknologis, landasan pedagogis.
Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri; dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan; berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Konseling yaitu Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli(disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah(disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.
Bimbingan dan Konseling adalah Pelayanan khusus yang terorganisir, sebagai bagian integral dari lingkungan sekolah, yang bertugas dan bertujuan meningkatkan perkembangan siswa, membantu menyesuaikan diri, dan mencapai prestasi optimal sesuai potensinya.







DAFTAR PUSTAKA
Prayitno, Amti Erman. 2009. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: PT Asdi Mahasatya
Walgito Bimo. 2010. Bimbingan + Konseling [Studi & Karier]. Yogyakarta: Andi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar